BI Rate turun….
Posted by adhit on February 6, 2009
Beberapa hari yang lalu, BI mengeluarkan suatu keputusan yang dinilai cukup baik untuk menggambarkan kondisi perekonomian kita. Pada tanggal 4 Februari 2009 BI memutuskan untuk menurunkan BI rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 8,25%. Apa si BI rate itu, sedikit kembali ke pengertian dasar dari BI rate. BI rate merupakan suatu tingkat suku bunga yang dikeluarkan oleh Bank sentral (Bank INdonesia) sebagai indikator tingkat risiko. Apabila BI rate mengalami kenaikan maka artinya Bank Indonesia menaikkan tingat risiko pasar, karena dinilai perekonomian memburuk. Begitu juga sebaliknya. Surat berharga, seperti obligasi misalnya akan memberikan tingkat bunga yang melebihi BI rate, karena obligasi tersebut akan tidak menarik bagi investor apabila dibawah atau sama dengan BI rate. Berikut siaran pers yang saya copy dari Bank Indonesia :
No.11/3/PSHM/Humas
Setelah mencermati dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan situasi ekonomi dan keuangan di dalam negeri dan luar negeri, Dewan Gubernur Bank Indonesia pada hari ini memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 8,25 %.
Berbagai indikator mutakhir menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi global ternyata lebih suram daripada yang diperkirakan beberapa bulan yang lalu. Dampaknya makin terasa di dalam negeri, terutama sektor-sektor yang terkait dengan perdagangan luar negeri (sektor tradables). Sementara di sektor non-tradables perkembangannya relatif stabil.
Pertumbuhan kredit perbankan dan besaran-besaran moneter M1 dan M2 menunjukkan perlambatan dari laju pertumbuhan yang tinggi dalam semester II 2008. Tekanan inflasi terus mereda. Dalam dua bulan berturut-turut (Desember 2008 dan Januari 2009), IHK mengalami penurunan.
Sementara itu, cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2009 tercatat sebesar USD 50,9 milyar atau setara dengan 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.
Kondisi perbankan nasional sampai saat ini mantap, seperti tercermin dari perkembangan CAR dan NPL perbankan yang tetap pada batas-batas yang aman. Sementara itu, kondisi likuiditas perbankan, termasuk aliran likuiditas dalam pasar uang antar bank, mulai mengalami perbaikan dibanding dengan beberapa bulan yang lalu.
Bank Indonesia akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk makin memperkuat sektor perbankan Indonesia, termasuk pengelolaan likuiditas yang diperlukan dan penyempurnaan mekanisme dan sistem pengawasan bank.
Laporan lengkap mengenai pembahasan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2009 yang memuat perkembangan moneter, inflasi dan nilai tukar akan dimuat dalam Tinjauan Kebijakan Moneter (TKM) Bank Indonesia yang dapat diakses melalui website Bank Indonesia <http://www.bi.go.id> pada tanggal 9 Februari 2009.Jakarta, 4 Februari 2009
Direktorat Perencanaan Strategis
dan Hubungan MasyarakatDyah N.K. Makhijani
Direktur
Dari siaran pers BI tersebut menunjukkan bahwa terdapat langkah positif yang dilakukan pemerintah. Perekonomian menunjukkan suatu peningkatan, sehingga risiko juga akan mengalami penurunan. Akibat dari penurunan BBM menurut saya menjadi salah satu faktor utama membaiknya perekonomian indonesia. Sektor riil memiliki sentimen positif sehingga inflasi mengalami penurunan dari 11,06% (desember 2008 ) menjadi 9,17% pada Januari 2009. Penurunan BBM memiliki efek domino yang luar biasa pada berbagai sektor.
Secara fundamental perekonomian kita dalam kondisi yang baik, tetapi rupiah masih mengalami tekanan terhadap dolar. Rupanya krisis global masih menggerus kekuatan rupiah saat ini, tidak hanya di Indonesia tapi juga mata uang di negara-negara lain. BI rate tidak menjadi penyebab utama dari penurunan rupiah tetapi rupiah lebih dipengaruhi liquiditas kondisi keuangan dunia akibat krisis ini.
Penurunan BI rate diharapkan akan meningkatkan liquiditas perbankan indonesia, seperti yang dikatakan oleh Miranda dalam detik.com bahwa beliau menghimbau perbankan supaya memberikan kredit lebih banyak. Dan lebih jauh lagi, diharapkan pasar modal juga semakin membaik performanya.
Kritik dan saran sangat diharapkan. terima kasih
Saya Adhit, seorang Mahasiswa yang sedang menempa ilmu di MM-UGM Batch 46 Yogyakarta dengan konsentrasi Keuangan. Asli Jogja-Indonesia, Hobby olahraga basket. Semoga blog ini bermanfaat bagi kita semua dan saya menerima saran dan kritik untuk membangun blog saya lebih baik lagi.Matur Nuwun








ILYAS ASIA said
Pak Adhit , Bolehkah saya minta nomor kontak HP Anda?
salam hangat
ILYAS ASIA
031 9150 8118
SURABAYA
ILYAS ASIA said
TERIMA KASIH
starwrite said
kita nanti aja apakha kebijakan bi ini bisa membantu rakyat kecil bukannya membantu orang kaya saja….
adhit said
dengan BI rate turun akan berdampak pada turunnya kredit pinjaman, baik itu modal kerja, investasi, maupun konsumsi. Rakyat kecil akan terbantu dengan kebijakan ini.
Angga said
Semoga saja rakyat kecil bisa lebih mandiri dengan adanya keringanan ini.
ridhaniar said
BI rate turun, dollar koq jih 12rb… aaarrrgh… ra ono hubungane yo he he he
Lola said
Good posting!
Weight Loss Success said
Hello,
Interesting blog, I just came across it and I’m already a subscriber
I recently lost 30 pounds in 30 days, and I want to share my weight loss success
with as many people as possible. I wrote about my experience
on my blog, and I would love your suggestions!
If I can lose weight then anyone else can too. Whatever you do, never give up and you WILL
meet all your weight loss goals!
with kind regards,
Joan
Most recent blog post: gi diet list
irfan said
BI rate turun hmmm, ada plus minusnya nih