Hisap terusss….
Posted by adhit on June 19, 2009
Membaca berita financial di www.detik.com, tertarik kepada salah satu artikel mengenai akuisisi perusahaan rokok dalam negeri oleh perusahaan rokok luar negeri. Saat ini Bentoel sudah diakuisisi oleh BAT (British American Tobacco), fenomena akuisisi perusahaan rokok dalam negeri ini menjadi topik yang menurut saya perlu di beri perhatian lebih. Mengingat beberapa tahun yang lalu Philip Morris telah mengakuisisi HM Sampoerna, salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.
Sedikit mengetahui profil perusahaan BAT :
British American Tobacco adalah grup perusahaan rokok terbesar nomor dua di dunia dilihat dari pangsa pasar global dengan merek-merek rokok yang dijual di lebih dari 180 pasar. Di tahun 2008, anak-anak perusahaannya menjual 715 miliar rokok yang dibuat di 49 pabrik di 41 negara dan mempekerjakan lebih dari 50.000 orang. British American Tobacco didampingi oleh penasehatnya Deutsche Bank dan UBS (sumber: www.detik.com).
BAT menguasai pangsa pasar rokok hanya 2% di Indonesia,sedangkan Bentoel sekitar 7%. Perluasan pangsa pasar menjadi salah satu strategi BAT dalam akuisisi tersebut. Wah bisa tambah gawat ni, kenapa? artinya pangsa pasar rokok akan semakin luas dan tentu saja konsumsi rokok akan meningkat. Masyarakat Indonesia paling demen mengkonsumsi rokok, kesadaran akan bahaya merokok belum begitu disadari bener. Meskipun sudah dikasih peringatan, tapi tetep aja lanjutttt. Hal itu mungkin karena masyarakat sudah tergantung sama rokok, sudah merasakan enaknya susah untuk menghilangkannya. Palagi harga rokok masih sangat terjangkau dikalangan masyarakat manapun, bisa dibeli dimana saja bahkan anak-anak dibawah dewasapun sudah menjadi perokok aktif. Belum dirasakan dampaknya sekarang, tetapi gemana generasi bangsa 5-10 tahun mendatang apabila saat ini sebagian besar masyarakat baik orang dewasa dan anak-anak sudah merokok… bayangin deh. Rumah sakit bakal penuh orang berobat. Lalu sapa yang diuntungkan sebenarnya, pengkonsumsi diuntungkan karena bisa menikmati rokok tapi hal itu hanya sesaat…. perusahaan rokoklah yang paling diuntungkan, palagi pemiliki perusahaan rokok ini adalah luar negeri.. Ya perusahaan rokok luar negeri lah yang paling diuntungkan. Perusahaan lokal hanya dapet sebagian aja. Selain itu rumah sakit juga pasti akan diuntungkan hehehe karena banyak yang sakit :p
Gemana ya peran pemerintah dalam hal ini? gemana cara mengendalikan tingkat konsumsi rokok. Peringatan yang ada dibungkus rokok sudah di lampirkan, peraturan kawasan bebas rokok sudah berlaku, kurang apa lagi coba. Distribusi rokok masih kurang bagus soalnya, dimana aja kita bisa membeli rokok.
Menurut saya sebagai orang awam, pasti akan berkata “cukai rokok dinaikkan” sehingga harga rokok naik, misal jadi Rp 25.000/bungkus (paling murah) akibatnya tingkat konsumsi rokok akan berkurang karena mahal. Kemudian, “hanya ditoko-toko yang mendapat ijin pemerintah saja yang boleh menjual rokok” akibatnya akses untuk membeli rokok jadi semakin sempit.
Pasti dua solusi yang menurut saya masih umum itu banyak menimbulkan kontroversi, dimana akan terjadi banyak protes dari para buruh rokok, pedagang warung (karena keuntungan mereka tinggi dari hasil jualan rokok), produsen rokok, dan imbasnya produsen rokok akan memperoleh keuntungan yang rendah dan berlanjut ke nasib buruh dan karyawan (pengangguran).
Sulit memang solusi untuk masalah rokok di Indonesia, yah supaya tidak ada yang disalahkan maka kembali kepada kesadaran masyarakat dan individu itu sendiri. Suatu saat pasti mereka akan sadar,aminnn.
Berikut sedikit kutipan mengenai kebijakan pemerintah:
Berdasarkan road map industri rokok dalam negeri, arah pergerakan rokok industri rokok semakin dibatasi geraknya. Berdasarkan road map tersebut, dalam periode 5 tahun pertama sampai 2010 pemerintah akan memfokuskan pada pengutamaan lapangan kerja, pendapatan negara dari industri rokok dan yang terakhir adalah masalah kesehatan.
Sedangkan dalam periode 2010-2015 pemerintah mulai memperioritaskan pada aspek kesehatan, lapangan kerja, pendapatan negara, dan untuk tahun 2015 keatas faktor kesehatan menjadi utama. (sumber : www.detikfinance.com )
â—ŠKOmentar : tunggu >6an tahun lagi pemerintah baru concern kepada aspek kesehatan. Nunggu sakit dulu baru diobati kali ya… So, profesi dokter makin prospek hehe
Silahkan meninggalkan kritik dan sarannya, terima kasih
Saya Adhit, seorang Mahasiswa yang sedang menempa ilmu di MM-UGM Batch 46 Yogyakarta dengan konsentrasi Keuangan. Asli Jogja-Indonesia, Hobby olahraga basket. Semoga blog ini bermanfaat bagi kita semua dan saya menerima saran dan kritik untuk membangun blog saya lebih baik lagi.Matur Nuwun








henda said
wah,,,bahasan merokok,,,menarik ini, dan patut untuk diperdebatkan,,
saya merasa terhormat ini, bisa nulis di web-nya megadhit,,untuk perama kali,,,
saya sangat setuju, rokok jangan dinaikkan harganya,tapi dengan alasan untuk melindungi pekerja rokok,/buruh pabrik rokok, tapi bila terkait dengan kesehatan, saya sangat tidak setuju sekali,,
bila terkait eehatan, saya setuju juga apabila harga rokok dinaikkan, sampe 50 ribu,,hehe…
tapi gimna dong caranya, dilain sisi bahaya buat kesehatan,,khususnya bikin impoten katanya lho Yaa,,,tapi kasihan juga buat para buruh rokok,,,trus gimana?????
adhit said
win-win solution ketoke, kasih lapangan kerja baru buat para buruh.. tapi apa bisa?
jadi apa dunk *loh malah balik nanya*
Ondoet Lupa Mandi said
Naik atau tidak naek…
untungnya aku g ngerokok….heheheheh
adhit said
halah ini dia, salah satu manusia Indonesia yang gak peduli kesehatan bangsa…. hahahaha
angga said
Ayo sadar dit… jangan ngerokok terus…
adhit said
hahaha kmu tu bro, dikurangin hahahaha
ridhaniar said
Kesehatan terakhir ck ck ck ck….
Prince Hendry said
Wah Web mu Bagus Juga Mas Adit heheheh
Aku mau buat web juga Mas melalui Joomla….ntr aja ya…..hbs lebaran paling selesai hehehe gw juga sukanya maen internetan gini, lht info2 gitu hehehehe