Adhit’s Weblog

Just another ordinary people to share something

Kenaikan BBM?, Use floating rate….

Posted by adhit on May 20, 2008

Kenaikan BBM merupakan dilemma bagi Pemerintah. Kalau menaikkan harga, masyarakat akan menderita. Kalau tidak menaikkan BBM, anggaran akan mengalami defisit. APBN yang dibuat pemerintah untuk tahun 2008 adalah harga minyak sebesar $90/barel, dan sempet mencapai harga $126/barel. peningkatan itu jauh dari asumsi yang digunakan untuk tahun 2008. Saya setuju dengan adanya kenaikan harga BBM di Indonesia, bahkan kalo bisa mengikuti harga pasar atau menggunakan floating rate.

Selama ini subsidi BBM yang diberikan kemasyarakat, menurut saya tidak mencapai target yang di tuju. Subisidi BBM yang seharusnya untuk membantu rakyat miskin, tetapi selama ini digunakan oleh orang-orang berduit yang juga menikmati harga BBM yang murah seperti istilah “Nguyahi banyu segoro (artinya menggarami air lautan)”. Perilaku masyarakat Indonesia yang konsumtif menjadikan perilaku boros energi dan malas. Apabila kita tengok dijalan-jalan, kendaraan pribadi berjubel, mobil hanya dikendarai satu orang saja sehingga menjadikan kemacetan dijalan, global warming terjadi, polusi meningkat , dll. Orang malas jalan kaki, ingin beli rokok di gang sebelah harus naik motor. Selama ini perilaku malas dan boros telah menjangkiti bangsa Indonesia. Dari sisi Ekonomi seperti dosen saya bilang (beliau juga mendukung kenaikan BBM), Minyak telah menjadi barang komoditi, yaitu sebagai instrumen investasi. Artinya apa, seorang investor yang mempunyai duit berlebih membeli minyak buat sebagai kebutuhan mereka akan minyak tetapi merupakan investasi dimana mereka menginginkan keuntungan dari minyak tersebut, itulah mengapa harga minyak akan naik terus. Kalo sudah begini, apabila kita masih memberi subsidi BBM maka anggaran kita akan defisit terus, sama aja kita bunuh diri pelan-pelan. Memang benar apabila dinaikkan, akan terjadi inflasi, daya beli masyarakat berkurang, dan rakyat miskin semakin menderita. Untuk meminimalisasi hal tersebut akan menjadi Pekerjaan Rumah bagi pemerintah nantinya…buktinya kenaikan BBM yang terjadi selama ini kita masih bisa survive dan justru tingkat konsumtif semakin meningkat. Dalam jangka pendek masyarakat memang terasa berat, tetapi kita tengok ke jangka panjangnya, dengan tidak disubsidinya BBM atau tarif BBM menggunakan floating rate mengikuti harga pasar maka nantinya perilaku bangsa indonesia yang berubah. Orang jadi lebih berpikir lagi untuk menggunakan energi bahan bakar, hemat listrik, hemat energi, masuknya competitor yang akan memicu peningkatan kinerja Perusahaan Minyak Negara pastinya. Pastinya kenaikan BBM bukan maksudnya pemerintah untuk menyengsarakan rakyat, tetapi demi menyelamatkan APBN dan APBN itu juga untuk untuk kepentingan rakyat nantinya.

Itu sedikit pendapat saya, silahkan kalo ada sanggahan dan opini lain. Dengan senang hati nanti kita diskusikan.

Advertisements

8 Responses to “Kenaikan BBM?, Use floating rate….”

  1. Andi said

    Baru saja semalam diskusi dengan kawan sambil makan malam, muncul juga pernyataan kalau masyarakat kita memang tidak cukup menghargai nilai BBM. Di satu sisi menjerit ketika harga BBM naik, tapi memang perilakunya dalam konsumsi BBM tidak menghargainya sebagai sesuatu yang penting dan mahal. Seakan-akan BBM itu udara yang bisa dihirup dengan gratis (padahal katanya juga tidak lama lagi udara bersih bisa juga langka dan bisa jati tidak gratis).

    Di lain pihak, saya juga melihat pemerintah dalam hal ini menteri ESDM tidak melakukan langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan nasional kita di bidang energi. Beliau menjadi menteri ESDM selama beberapa periode, tidak berhasil meningkatkan daya tahan negara ini terhadap fluktuasi harga BBM. Sebagai negara yang (katanya) memiliki sumber daya alam melimpah, ini sungguh memprihatinkan.

    Kalau pendapat saya, kenaikan BBM memang pil pahit yang tidak terelakkan dalam kondisi bangsa kita saat ini. Akan tetapi, kita perlu mengkritisi, sampai kapan kita mau terjebak dalam kondisi yang hanya bisa bereaksi terhadap faktor-faktor yang memberatkan biaya BBM..bukannya mengambil langkah aktif meminimalkan pengaruh dari faktor-faktor tersebut di masa yang akan datang.

  2. Di balik masalah selalu ada hikmah. Mungkin saja dengan harga BBM naik, kemacetan akan berkurang.

  3. MaMa_Pooh said

    setuju dhit,,klo masyarakat kita sekarang cenderung ga hargain sumber daya alam yg kita miliki,..ga nyadar klo semakin lama minyak semakin langka,,mereka cenderung boros dalam mengkonsumsiny,,entah itu BBM, listrik, dll.
    tapi,,ap harus dengan menaikkan harga BBM “LAGI”? belum lama pemerintah juga uda menaikkan harga BBM yang waktu itu sangat luar biasa tingkat kenaikannya,,.
    mungkin bener klo subsidi dibilang ‘nguyahi banyu segoro’ bagi orang2 yg berlebihan uangnya,,.tapi gimana dengan nasib rakyat kecil? bukannnya mereka malah semakin tercekik dengan mahalnya harga bahan bakar itu,,.
    Apa ga ada solusi lain selain itu? misalnya dengan membatasi penggunaan kendaraan pribadi,,.kan bisa juga tu dijadikan salah satu cara penghematan BBM,,.
    tpi klo emang BBM emang harus naik,,bener ap yg dibilang forum investor,,,.dibalik semua itu pasti ada hikmahnya,,.

    merdeka!!!!!!!

  4. adhit said

    H+2 pasca kenaikan BBM, pemerintah sedang sibuk2nya membagi BLT untuk membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan pokoknya. Semoga berjalan dengan lancar, kenyataan pahit ini memang harus dihadapi…..
    Marilah menggunakan energi seefisien mungkin, jangan boros, kurangi tingkat konsumtif kita yang tidak begitu penting, dengan cara itu sedikit banyak akan mengubah perilaku masyarakat untuk bersikap efisien, kreatif dan inovatif. Hidup Indonesia… 🙂

  5. hamsin said

    sebelumnya slam kenal dulu dari borneo, saya sependapat dengan pandapat anda kalau BBM di subsidi terus kapan bisa majunya bangsa kita…mkasih

  6. adhit said

    hari sabtu lalu (21 Juni) sperti biasa sy nunggu adik les Bhs Inggris, sembari menunggu sy ngobrol2 dengan satpam disana..karena sering ketmu jadi sdh sperti temen sendiri. Banyak hal yg diobrolin termasuk kondisi keuangan bpk itu pasca kenaikan BBM. Sungguh kasihan mendengarnya, mereka tambah kesulitan mencari uang dan lagi biaya sekolah anak2nya yang semakin mahal. Dibalik itu semua, mereka tidak mengeluh akan kondisi yg mereka alami saat ini. Justru mereka semakin termotivasi utk bekerja lebih giat lagi dan ada satu prinsip yang mereka pegang teguh yaitu “KEJUJURAN”. saya hanya terdiam kagum mendengarnya…..Memang dampak kenaikan BBM begitu terasa oleh rakyat kecil,. Buat pemerintah….gemana niy, dimana tanggung jawab kalian terhadap rakyat kecil…..

  7. Frank said

    Mengapa BBM naik…naik…naik… terus menerus itu karena jelek dan tidak baik (buruk) akan terjadi tidak bisa ke masa depan bagaimana niy, sebetulnya BBM harus tetap saja selamanya maka tidak usah naik begitu.

  8. eru said

    ada sebuah solusi mnurut gw.
    knapa blakangan indonesia bener2 massal dalam konsumsi bbm? karena bnyak kendaraan. nah skrg knapa bnyak kendaraan?

    mungkin karena KREDIT MOTOR DAN MOBIL MAKIN MERAJALELA. org yg g sanggup beli motor udh bis pnya mtor karena kredit murah. akbiatnya apa? smakin bnyak yg make BBm, jalanan makin macet, dll. mnrut gw lngkah BI untuk naikin kredit angsuran motor jadi 25 % udh baik banget, itu bkal ngurangin org2 yg bakal beli mtor dan nyesekin indonesia.

    mslah bbm, gw jg concern banget. blkangan gw ngerti dan sadar memang bbm udh boleh dinaikkan dgn alasan trtentu. tapi apa emnk g ada jlan lain slain itu? sbgai cntoh, klo dijakarta apa g bisa nambah armada busway buat nampung lebih bnyak? ato prusahaan2 bis swasta dikasih bantuan untuk benerin bus2 nya dan benerin supirnya juga, duitnya? ya dari subsidi yg dikurangin tadi. mnrut gw itu lbih baik, slain ngurangin subsidi BBm, duit buat bantuan kndaraan umum juga g trlalu besar daripada msti subsidi BB, trus2an. lagipula msyarakt bkal lebih sneng naik kndaraan umum kalo memang lebih murah dan nyaman…

    masalahnya pmerintah g prnah ngeliat ksempatan lain slain kptusan mreka sndiri. mreka punya bnyak org yg bisa bantuin, tapi dengan sok nya coba nyelesain masalah sndiri, apda akhirnya mahasiswa yg punya ide2 cmerlang g pernah didenger. harusnya ada bnyak jalan dan ide2 bagus yg mncul, tapi kerna mreka g mau dengerin itu dan takut dianggap g mampu ngrus rakyat, akhirnya mereka mentok sama keputusan sendiri…menyeedihkan Indonesia skarang… 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: