Adhit’s Weblog

Just another ordinary people to share something

Corporate Governance

Posted by adhit on July 4, 2008

GCGBicara masalah Good Corporate Governance akan mengingatkan kita kepada krisis yang terjadi pada tahun 1998. Dimana pada waktu itu banyak perusahaan ditutup karena tidak bisa melunasi utang luar negeri, karena selama ini risk management yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan tidak begitu baik dan terjadi adanya agency problem. Good Corporate governance atau disingkat dengan GCG belum ada pada waktu itu sehingga pengendalian perusahaan tidak cukup baik. Setelah terjadi krisis yang melanda Indonesia tersebut baru muncul istilah GCG. Kenapa? karena pasca krisis investor asing tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia karena ketidakpastian ekonomi dan inflasi yang sangat tinggi. Mulai saat itulah muncul kata Governance di Indonesia.
Kedua hal tersebut yaitu risk management yang buruk dan agency problem yang terjadi merupakan dua hal yang saling terkait. Seperti pertanyaan siapa dulu yang ada antara telur atau ayam. Agency problem merupakan konflik yang terjadi antara agen dan principal, agen dalam perusahaan adalah pihak management atau pihak eksekutif sedangkan principle adalah para pemegang saham dan para stakeholders. Dalam teori keagenan, pihak manajemen harus bertindak atas kepentingan para shareholders dan stakeholdersnya, agency problem timbul pada saat ada kesempatan dalam kesempitan untuk memenuhi kepentingan pribadi para pihak eksekutif karena segala informasi yang ada diketahuinya selalu update dan digunakan untuk mengambil keputusan untuk kepentingan pribadi dan kemudian timbullah yang namanya asymmetric information. Dari konflik yang terjadi akan berdampak kepada risiko dari perusahaan yang semakin besar dan sulit untuk dikelola. Adanya agency problem itu juga menyebabkan kerugian yang besar pada perusahaan atau menimbulkan agency cost yang besar. Oleh karena itu GCG muncul yaitu untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan mencapai pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan
Menyimak artikel dari Pak Setiyono (Deputy Director of Academic and Student Affairs MM UGM) di majalah investor edisi Mei 2008, beliau mengangkat topic mengenai korelasi antara Corporate Governance dan Kinerja perusahaan, ada satu pertanyaan beliau Apakah penerapan GCG mampu meningkatkan kinerja perusahaan? Menurut penelitian Lehn, Patro, dan Zhao (2006), kinerjalah yang menyebabkan perusahaan menerapkan GCG. Peneliti lain Ashbaugh, Collins, dan LaFond (2006) menemukan bahwa perusahaan dengan Corporate governance yang kuat ternyata memiliki credit rating yang tinggi dibandingkan dengan Corporate Governance yang lemah. Credit rating akan memberikan persepsi perusahaan kepada kreditor dan calon kreditor akan kemampuan membayar kewajiban financial perusahaan secara keseluruhan. Dengan demikian perusahaan yang menerapkan GCG akan mempunyai biaya utang yang rendah dan kepastian akan mendapatkan return. Sehingga bisa disimpulkan bahwa perusahaan yang menerapkan GCG akan memiliki kinerja yang lebih baik lagi.

Advertisements

6 Responses to “Corporate Governance”

  1. Sue Massey said

    Where did you get your blog layout from? I’d like to get one like it for my blog.

  2. sonoandthegank said

    nah ini berkaitan dengan transparansi menurut gw.. kita sebagai prinsipal biasanya ingin mengetahui bagaimana kondisi perusahaan yang sebenarnya.. kadang2 klo sistem pengawasan tidak baik maka kita sebagai prinsipal akan kecolongan.. maksudnya itu kan ada teori agen.. ditakutkan terjadinya insider trading.. seperti kasus pada perusahaan gas negara (PGN).. yang berbuntut pada perusahaan dan direkturnya dikenai denda dari bapeppam..

    dan transparansi bukan hanya pada perusahaan tetapi juga pada pemerintahan.. kita juga pengen tau pajak yang kita bayarkan larinya kemana aja..

  3. adhit'03 said

    bener wan, salah dua dampak dari agency problem timbul adanya asymetri information and insider trading…. Principal yang seperti kita ini, informasi yg didapet udah gak update lagi jadi keputusan time to buy n time to sellnya jadi kurang tepat.

    Pemerintah juga gak bisa disalahkan wan, menurutku mereka dah berusaha sedemikian transparan tetapi downlinenya itu lho yang sering bocor kemana2 gak jelas…..

  4. sonoandthegank said

    mental juga emang ya…

  5. Fithri said

    Hmmm kalau utk perusahaan skala multinasional, sy percaya, GCG lebih mudah diterapkan. Krn ini jg berkaitan dg corporate culture. Tp jk utk local, kayaknya kok agak sulit ya? Bisa-bisa dibilang kita terlalu kaku. Ini bukan common sense lho.. TP bukti nyata. Pengalaman sy ketika bekerja di perusahaan lokal, n perusahaan MNC. Terus yg adhit maksud bahwa implementasi GCG membutuhkan biaya yg banyak apa ya?

  6. ridu said

    wah.. makasih artikelnya..

    *lagi ngerjain tugas ttg Agency Theory.. hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: