Adhit’s Weblog

Just another ordinary people to share something

Outlook 2009

Posted by adhit on December 31, 2008

Tahun 2008 akan segera berakhir, di tahun 2009 ini diharapkan akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Krisis global yang melanda Indonesia masih dirasakan hingga saat ini. Para investor masih menunggu dan menunggu kapan krisis ini berakhir, oleh karena itu berbagai spekulasi muncul dalam memprediksi kondisi pasar modal di tahun 2009. Tahun 2008 merupakan suatu periode tahun yang memberikan pelajaran yang berharga bagi bursa saham Indonesia. Investor terlena dengan pertumbuhan saham pada tahun 2007 dimana mampu memberikan return hingga ratusan persen sehingga dapat dikatakan pasar modal mencapai puncaknya pada periode tersebut sejak terjadinya krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1998. Menghadapi tahun 2009 ini, berbagai pendapat mengenai peluang 2009 muncul, antara lain oleh :

Asri Saraswati, Direktur PT. Optima Kharya Capital Management
“Menurut beliau, Pemerintah memiliki peran besar sebagai penggerak perekonomian. Langkah yang dilakukan pemerintah yaitu dengan cara spending pada proyek-proyek infrastruktur. Dengan begitu akan mampu mengurangi pengangguran karena banyak buruh yang dipekerjakan. Sehingga konsumsi akan meningkat dan kemudian menggerakkan industri. “

Andreas M Gunawidijaya, Direktur PT Mandiri
“menurut beliau, Perekonomian Indonesia sebenarnya dalam kondisi yang tidak ada masalah. Ambruknya pasar financial di Indonesia disebabkan karena imbas dari krisis global. Untuk saat ini, harga-harga saham dan obligasi dalam posisi harga yang sangat murah. Sehingga sekarang ini waktu yang tepat untuk berinvestasi. Yang perlu dilakukan oleh investor adalah memperpanjang time horizon, tetap berinvetasi, kalau perlu ditingkatkan investasi dan tetap sabar. Selain itu kita juga harus percaya bahwa krisis global ini bersifat sementara dan akan pulih kembali. Peran yang dilakukan pemerintah cukup antisipatif untuk mendorong pasar keuangan dan penurunan BI rate juga merupakan langkah antisipatif yang tepat untuk mendorong market.”

Josep Ginting, Penasihat Investasi
“Reksa dana, pendapatan, baik konvensional maupun protektif, layak dibeli pada awal 2009 ini karena yield-nya akan tinggi. Tiga tahun disimpan pun masih untung karena yield rata-rata saat ini mencapai 17%. Bagi yang dananya sudah dialokasikan di reksa dana, perlu melihat lagi, apakah sumbernya dari dana idle atau dana kebutuhan hidup. Jika dari dana idle, sebaiknya didiamkan saja, karena jika dijual tidak akan mendapatkan harga yang bagus.
Jika bicara tahun 2010 saham pun sangat potensial. Tetapi jangan berpikir untuk merealisasikan tahun ini juga. Karena puncak sentiment negatif justru 2009 ini. Kondisi bearish masih terjadi pada semester pertama dan akan rebound pada paruh kedua. Tahun 2009 akan ada agenda politik, namun sejak tahun 2005, agenda ini tidak punya dampak ke pasar financial. Kerusuhan diperkirakan tidak akan terjadi. Tahun 2009 justru akan lebih banyak dipengaruhi ekonomi global. Siapa pun yang jadi presiden, tidak terlampau mempengaruhi terhadap ekonomi Indonesia.”

Hazrina R Dewi, Head of investment PT First State Investment
“sebenarnya ekonomi Indonesia bisa bertahan di tengah gejolak. Beberapa sentiment positif seperti turunnya harga komoditias, harga minyak, BI rate, sangat membantu APBN. Dengan penurunan tersebut akan berimbas terhadap laju inflasi yang lebih terkendali. Daya beli masyarakat akan bisa lebih baik lagi. Bagi tipikal pemodal konservatif, bisa menyimpan pada saham maksimum hingga 5%. Tapi untuk yang agresif bisa sampai 30%. Instrument lain sepert obligasi dan deposito juga tetap diperlukan karena masing-masing memiliki kelebihan. Akan tetapi, porsi instrument tersebut sangat tergantung karakter individu yang akan berinvestasi.”

Adhit, Mahasiswa
“krisis global menjadi pembelajaran bagi investor dalam melakukan investasi, konsep high risk high return berlaku di pasar modal Indonesia. Peristiwa negatif yang akan terjadi harus direspon dengan sangat hati-hati oleh investor, terkait dengan risiko yang akan didapatkan. Tidak lupa respon terhadap peristiwa positif, investor juga harus tetap melakukan antisipasi dengan cara jangan bereaksi terlalu berlebihan. Pada tahun 2009 ini mungkin akan diikuti dengan beberapa peristiwa  yang kemungkinan akan terjadi, antara lain wacana penurunan BBM pada awal tahun, sunset policy, penurunan BI rate, pemilu 2009, dan pelantikan Obama. Peristiwa tersebut cenderung memberi kabar positif bagi investor di Indonesia, sehingga diharapkan pertumbuhan ekonomi akan lebih baik di tahun 2009.
Sehingga saat ini merupakan timing yang tepat bagi investor untuk melakukan investasi di saham, karena harga yang terlampau murah dan prospek ekonomi Indonesia yang semakin membaik. Tindakan selektif tetap harus dilakukan dengan melihat fundamental perusahaan dan prospek investasi.”

Dari beberapa pendapat diatas, secara kesuluruhan yakin bahwa perekonomian 2009 akan baik apabila didukung dengan sikap pemerintah dan peran serta investor dan masyarakat Indonesia tentunya. Beberapa tip investasi 2009 adalah :
1.Cermati PER saham-saham unggulan yang makin murah
2.Prioritaskan memilih saham dengan track record bagus
3.Jika bunga turun, sinyal positif untuk portofolio fixed income
4.Kurangi alokasi investasi ke deposito saat bunga turun
5.Saat pasar saham rebound, reksa dana saham bisa dibidik
6.Instrument terkait perusahaan eksportir lebih berisiko
7.Emas masih layak jadi alternative di luar portofolio
8.Orientasi investasi untuk jangka panjang

Hal yang perlu diwaspadai:
1.Resesi global tidak selesai dalam jangka pendek
2.Pemilu berpotensi memanaskan suhu politik
3.Sektor investasi yang rentan pada pergerakan suku bunga.
(Sumber: Majalah Investor Edisi Januari 2009)

saya harap artikel ini bisa bermanfaat dalam menambah wawasan dan keputusan investasi. Mohon kritik dan sarannya.

Advertisements

3 Responses to “Outlook 2009”

  1. bima said

    wah mas…embuh ah masalah krisis finansial…
    yang jelas tiap hari itu krisis, dari dulu hidup udah susah…

  2. ANG said

    mungkin memang sekarang waktu yang tepat buat beli saham tapi apakah ada kemungkinan krisis yang seperti kemaren terjadi lagi? atau mungkin bisa lebih buruk lagi. nah untuk meningkatkan ketahanan ekonomi kita solusinya apa ni pak Adhit ???

  3. adhit said

    kalo krisis kemaren yang dimaksud itu krisis moneter 1998, prediksi saya mungkin tidak akan terulang lagi. Saat terkena dampak krisis global ini, perusahaan2 di indonesia dalam keadaan mempunyai fundamental yang dikatakan cukup baik. Untuk meningkatkan ketahanan ekonomi kita, pertama pemerintah harus mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi,perusahaan2 kudu bisa meningkatkan performancenya ditahun ini, masyarakat diharapkan jangan bereaksi terlalu berlebihan terhadap suatu peristiwa baik itu positif maupun negatif. Begitu pak angga menurut pendapat saya…. mungkin ada pendapat lain, monggo lho…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: